Takut-takuti Barcelona, Agen Tawarkan Pemain ini ke Klub-klub Top Eropa
Pemain depan dilaporkan sudah ditawari ke klub-klub top di Eropa oleh agennya Jorge Mendes. Kabarnya, langkah ini dilakukan untuk game slot online aman terpercaya menekan klub raksasa agar segera memberi kontrak baru.
Setelah melewati akademi yang terkenal di Barcelona, Fati melakukan debutnya untuk tim senior pada usia 16 tahun pada 2019.
Musim lalu, pemain Spanyol itu hanya tampil tujuh kali di La Liga setelah mengalami cedera lutut yang serius, tetapi dia baru saja slot games online kembali berlatih setelah 10 bulan absen.
Mendes berharap untuk mendorong kenaikan gaji yang signifikan dalam pembaruan kontrak sebelum kembali ke tim utama. Sebelumnya, kliennya sudah berjuang untuk mendapatkan kembali bentuk sebelumnya.
BACA JUGA :
Prediksi Arsenal vs Norwich City di Liga Inggris
Media Catalan El Nacional melaporkan bahwa produk La Masia telah ditempatkan di etalase toko oleh agen super, saat ia berupaya menakut-nakuti raksasa Spanyol agar meningkatkan tawaran kontrak mereka kepada kliennya.
Laporan itu selanjutnya mengklaim bahwa Manchester City adalah salah satu pihak yang telah dihubungi. Tapi manajer Pep Guardiola telah menolak untuk menyetujui kesepakatan itu karena hubungannya yang kuat dengan Barca, terutama presiden yang kembali Joan Laporta.
Sejauh ini Fati telah membuat 41 penampilan untuk tim utama Barcelona. Total dia sudah mencetak 13 gol.
Ansu Fati sebelumnya dilaporkan sudah pulih dari cedera lutut. Cedera ini sudah membuatnya absen hampir sepanjang musim lalu.
Setelah menjalani empat kali operasi dan mendapatkan persetujuan dokter, Ansu Fati kini sudah bisa kembali berlatih dengan Barcelona. Bahkan sejak pramusim.
Ansu Fati bintang yang mencuat musim lalu di Barcelona. Dia mendapatkan posisi starter dari Ronald Koeman tapi kiprahnya terputus karena cedera.
Meski begitu, Barcelona kabarnya masih hati-hati dengan kepulihan Ansu Fati. Barca tak akan memforsir tenaganya sehingga bisa pulih dengan baik.
Ibrahimovic juga mengungkapkan bahwa dirinya tak melewatkan Ballon d’Or. Sebaliknya, penghargaan tersebutlah yang justru melewatkan dirinya.
“(Apakah) saya melewatkan Ballon d’Or? Tidak, Ballon d’Or yang melewatkan saya! Jauh di lubuk hati saya, saya pikir saya yang terbaik di dunia,” ujarnya.
Meski percaya diri, Ibrahimovic mengaku sulit membandingkan pemain satu dengan yang lain karena tiap individu berada di generasi dan tim berbeda.
“Saya tidak berpikir itu relevan untuk membandingkan pemain satu dengan pemain lainnya. Tiap orang bermain di generasi yang berbeda, dengan rekan setim yang berbeda. (Itu) menjadi sulit untuk dibandingkan,” sambungnya.
Sepanjang kariernya, Ibrahimovic membela berbagai klub papan atas seperti AC Milan, Inter Milan, Juventus, Barcelona, Manchester United (MU), dan Paris Saint-Germain.
Akan tetapi, capaiannya terasa kurang karena gagal memenangkan Ballon d’Or. Meski, Ibrahimovic masih memiliki kesempatan untuk meraih trofi itu selama masih berkarier.

Komentar
Posting Komentar